PENDALILAN BARANG HARAM DAN NAJIS DILARANG DIPERJUALBELIKAN

☑. .

🔸afwan ustadz, terkait hadits abu dawud di atas, bukannya itu berlaku untuk makanan atau minuman ? sedangkan kotoran hewan kan bukan makanan atau minuman. kita kenal beberapa komoditas yg berbahaya jika tertelan,tapi tetap halal jual belinya karena memang bukan untuk di makan. barangkali ada dalil atau penjelasan lain tadz?

Jawaban :

🔹 Banyak dalilnya akhi, ulama itu ketika menyimpulkan hukum lewat proses yang cukup panjang berbelit -belit. Bagi kita kebanyakan yang masih awam, cendrung membosankan.

Sehingga, dalam menjelaskan, para asatidz umumnya hanya menyertakan dalil umumnya saja.

Berikut hadits yang juga menjadi dalil keharaman menjual barang haram atau najis meskipun bukan untuk dimakan.

إِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الخَمْرِ، وَالمَيْتَةِ وَالخِنْزِيرِ وَالأَصْنَامِ، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ شُحُومَ المَيْتَةِ، فَإِنَّهَا يُطْلَى بِهَا السُّفُنُ، وَيُدْهَنُ بِهَا الجُلُودُ، وَيَسْتَصْبِحُ بِهَا النَّاسُ؟ فَقَالَ: «لاَ، هُوَ حَرَامٌ»، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ: قَاتَلَ اللَّهُ اليَهُودَ إِنَّ اللَّهَ لَمَّا حَرَّمَ شُحُومَهَا جَمَلُوهُ، ثُمَّ بَاعُوهُ، فَأَكَلُوا ثَمَنَهُ

🔅"Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah melarang jual beli khamer (arak), bangkai, daging babi serta jual beli patung/arca." Ada seseorang yang bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat anda dengan minyak (lemak) yang terdapat dalam bangkai ? Sebab lemak tersebut bisa digunakan untuk melumasi perahu, untuk meminyaki kulit dan menyalakan lampu?" Lalu beliau bersabda: "Tidak boleh, hal itu tetaplah haram."

Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melanjutkan sabdanya: " Allah memerangi orang-orang Yahudi, ketika Allah 'azza wajalla mengharamkan lemak bangkai, ternyata mereka tetap mengolahnya juga, kemudian mereka menjualnya dan hasil penjualannya mereka makan."(Mutafaqqun 'alaih)

Dalil lainnya,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ ثَمَنِ الكَلْبِ، وَمَهْرِ البَغِيِّ، وَحُلْوَانِ الكَاهِنِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang hasil penjualan anjing, penghasilan pelacur dan upah perdukunan.” (Mutafaqqun 'alaih)

Dari hadits-hadits diatas nyata bisa disimpulkan barang najis atau sesuatu yang haram itu dilarang diperjual belikan mutlaq hukumnya, meskipun tujuannya bukan untuk dimakan.

Wallahu a'lam. ©AST

_____

Hadits Riwayat Abu Dawud yang ditanyakan :

إِنَّ اللهَ إِذَا حَرَّمَ شَيْئًا حَرَّمَ ثَمَنَهُ

"Sesungguhnya Allah jika mengharamkan sesuatu, Dia juga mengharamkan harganya." (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibn Hibban, al-Baihaqi, ath-Thabarani dan ad-Daraquthi).

0 comments

Post a Comment