DZIKIR YANG DIBACA SELESAI SHALAT

 

Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq

 

Berikut ini adalah lafadz dzikir yang dibaca setelah selesai dari mengerjakan shalat wajib, yang diamalkan oleh para ulama sepanjang generasi yang bersumber dari tuntunan hadits-hadits Nabawi dan amaliyah salaful ummah. Berkata al imam Ibnu Qudamah al Hanbali rahimahullah :

 

ويستحب ذكر الله تعالى والدعاء عقيب صلاته، ويستحب من ذلك ما ورد به الأثر

 

“Dan disunnahkan berdzikir mengingat Allah dan berdoa setelah selesai dari mengerjakan shalat. Dan disunnahkan yang demikian itu dengan menggunakan dzikir yang bersumber dari hadits dan riwayat salaf.”[1]

 

al Imam Nawawi rahimahullah berkata :

 

أجمع العلماءُ على استحباب الذكر بعد الصلاة، وجاءت فيه أحاديث كثيرة صحيحة في أنواع منه متعدّدة

 

“Telah bersepakat para ulama akan disunnahkannya berdzikir setelah selesai dari mengerjakan shalat, telah banyak hadits-hadits yang shahih yang menyebutkan dzikir tersebut dengan berbagai ragamnya.”[2]

 

Berikut ini adalah diantara dzikir-dzikir yang bisa diamalkan setelah selesai dari mengerjakan shalat lima waktu :

 

Yang pertama :  Membaca istighfar sebanyak tiga kali[3]

 

Lafadz istighfar bisa dengan membaca :

 

اسْتَغْفِرُ اللَّهَ

“Aku memohon ampun kepada Allah.”[4]

 

Atau :

 

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

 

"Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Maha hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya.” (HR. Tirmidzi)[5]

 

Atau yang pertengahan :

 

اَسْتَغْفِرُاللهَ اْلعَظِيْمَ

“Aku memohon ampunan kepada Allah yang maha agung.”

 

Yang kedua :

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

“...Kemudian membaca : Ya Allah Engkau lah as salam, dan keselamatan hanya dari-Mu, Maha Suci Engkau wahai Dzat yang memiliki semua keagungan dan kemuliaan.” (HR. Muslim)

Yang ketiga :

 

لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

 

“Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah tiada sekutu baginya, baginya Kerajaan dan baginya segala pujian dan Dia kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yang bisa mencegah apa yang engkau berikan, dan tidak ada yang bisa memberikan apa yang engkau cegah. Dan tidak ada yang mampu memberi dari apa yang telah Engkau halangi, dan tidak bermanfaat disisi-Mu orang yang mempunyai kedudukan, karena kedudukan itu berasal dari-Mu.” (HR. Bukhari)

 

Yang keempat :

 

لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، وَلَا نَعْبُدُ إلَّا إيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَالْفَضْلُ وَالثَّنَاءُ الْحَسَنُ الْجَمِيلُ، لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

 

“Tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, baginya semua kekuasaan dan semua pujian, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah, kami tidak menyembah kecuali kepada Allah, bagi-Nya seluruh nikmat, keutamaan, dan pujian yang baik. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah, ikhlas beragama kerena-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.” (HR. Nasa’i)[6]

 

Yang kelima :

 

‌لَا ‌إِلَهَ ‌إِلَّا ‌اللهُ ‌وَحْدَهُ ‌لَا ‌شَرِيكَ ‌لَهُ، ‌لَهُ ‌الْمُلْكُ ‌وَلَهُ ‌الْحَمْدُ، ‌يُحْيِي ‌وَيُمِيتُ ‌وَهُوَ ‌عَلَى ‌كُلِّ ‌شَيْءٍ ‌قَدِيرٌ

 

“Tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian, yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha hidup dan tidak akan mati. Di tangan-Nya segala kebaikan, Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” ( HR. Ahmad)[7]

 

Dzikir diatas dibaca sekali atau 10 kali.[8]

 

Yang keenam, membaca ayat Kursi :


اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ


“Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak pula tertidur. Milik-Nya lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya.

 

Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmuNya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha tinggi lagi Maha agung.”[9]

 

Yang ketujuh, membaca Tasbih, Tahmid dan Takbir

 

Ada beberapa riwayat yang berbeda-beda tentang dzikir yang ini, diantaranya :

 

A.   Membaca tasbih (سبحان الله) 33 kali, tahmid (الحمد لله) 33 kali, takbir (الله أكبر) 33 kali[10]

B.     Membaca tasbih (سبحان الله) 33 kali, tahmid (الحمد لله) 33 kali, takbir (الله أكبر) 34 kali[11]

C.    Membaca tasbih (سبحان الله) 33 kali, tahmid (الحمد لله) 33 kali, takbir (الله أكبر) 33 kali dan Membaca sekali :

 

 

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata. Tidak ada sekutu bagiNya. Semua kerajaan dan pujian adalah milik Allah. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.” (HR. Muslim)[12]

D.   Membaca tasbih (سبحان الله) 25 kali, tahmid (الحمد لله) 25 kali, takbir (الله أكبر) 25 kali dan tahlil 25 kali.[13]

Lafadz Tahlil ini bisa hanya :

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

“Tiada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah.”

bisa juga dengan lafadz :

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata. Tidak ada sekutu bagiNya. Semua kerajaan dan pujaan adalah milik Allah. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.” (HR. Muslim)[14]

E. Membaca tasbih (سبحان الله) 10 kali, tahmid (الحمد لله) 10 kali, takbir (الله أكبر) 10 kali.[15]

Yang kedelapan membaca  al Ikhlas, al Falaq dan an Nas :

Hal ini sebagaimana hadits riwayat Uqbah bin ‘Amir radhiallahu’anhu berkata :

أمرني رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ أن أقرأَ بالمُعوِّذاتِ دُبُرَ كلِّ صلاةٍ

“Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam memerintahkanku untuk membaca al mu’awwidzat (an naas, al falaq, al ikhlas) setelah selesai shalat.” (HR. Abu Daud)[16]


yang kesembilan:

 

اللهمَّ أعِنِّي على ذكرِك وشكرِك وحسنِ عبادتِك


“Ya Allah, tolonglah aku agar bisa berdzikir kepada-Mu, dan bersyukur kepada-Mu, serta beribadah kepada-Mu dengan baik.” (HR. Abu Daud)[17]


Yang kesepuluh :

 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الجُبْنِ، وَأعُوذُ بِكَ أنْ أُرَدَّ إلى أَرْذَلِ العمُرِ، وأعُوذُ بِكَ مِنْ فتْنَةِ الدُّنْيا وأعُوذُ بِكَ منْ عَذَابِ القَبْرِ

 

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari sifat pengecut, aku berlindung kepadaMu dari sifat kikir, aku berlindung kepadaMu kepikunan, aku berlindung dari fitnah dunia dan siksa kubur." (HR. Bukhari)[18]

 

Yang kesepuluh

 

اللَّهُمَّ أجِرْنِي مِنَ النَّارِ

“Ya Allah jagalah aku dari api neraka.” (HR. Abu Daud)

 

            “Lafadz dzikir di atas dibaca sebanyak sepuluh kali.”[19]

 

Yang kesebelas

 

اَللهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكُ أُقَاتِلُ

“Dengan-Mu, aku menerjang. Dengan-Mu, aku berupaya. Dengan-Mu, aku berjuang.” (HR. Ibnu Hibban)[20]

Bersambung ke bagian II…



[1] Al Mughni (1/400)

[2] Al Adzkar Hal. 70

[3] Hadits riwayat Muslim :

كانَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، إذَا انْصَرَفَ مِن صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا

“Adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam jika telah selesai shalat, beliau membaca istighfar  tiga kali… (HR. Muslim)

[4] Imam al Auza’i ditanya : “Bagaimana lafadz istighfarnya ?” Beliau menjawab : Astaghfirullah, astagfirullah.” (Al Adzkar hal. 71)

[5] Imam Tirmidzi meriwayatkan dengan derajat Hasan, bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam bersabda :

 

من قال أستغفر الله العظيم الذي لا إله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه، غفر له وإن كان فر من الزحف

“Siapa yang membaca : ‘Aku memohon ampun kepada Allah yang maha agung, Dzat yang tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, maha hidup dan maha tegak dan aku bertaubat kepadanya.’  Maka akan diampuni dosa-dosanya meskipun itu dosa lari dari medan perang.”

[6] Berkata Ibnu Zubeir  : “Rasulullah mengulang-ulang dzikir tersebut setelah selesai shalat.” (Jami’ al Masanid, 4/55)

[7] Hadits ini isnadnya shahih, Musnad imam Ahmad (38/545)

[8] Siapa yang membacanya maka akan diberikan setiap lafadznya 10 kebaikan, dihapuskan darinya 10 keburukan dan akan diangkat 10 derajat (HR. Ahmad)

[9] Disebutkan dalam sebuah hadits shahih riwayat al imam Nasa’i dan imam Thabrani Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam bersabda :

مَن قرأَ آيةَ الكرسيِّ دبُرَ كلِّ صلاةٍ مَكْتوبةٍ ، لم يمنَعهُ مِن دخولِ الجنَّةِ ، إلَّا الموتُ

“Barangsiapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat wajib, maka tidak ada yang bisa menghalanginya untuk masuk ke dalam surga kecuali kematian.”

 

[10] Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam bersabda : “Maukah kalian aku ajarkan sesuatu yang dapat membuat kalian mengejar orang-orang yang mendahului kalian, dan yang dapat membuat kalian mendahului orang-orang yang sesudah kalian, serta tidak ada seorang pun yang lebih utama kecuali ia melakukan seperti yang kalian lakukan?”

 

Mereka menjawab: ‘Tentu, ya Rasulullah.’ Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam kemudian menjelaskan: ‘Kalian bertsabih, dan bertahmid, dan bertakbir setiap selesai shalat sebanyak 33 kali.” (Mutafaqin ‘Alaih)

 

[11] Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam bersabda : “Tidak akan rugi orang yang membaca setelah selesai shalat lima waktu :

 

ثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ تَسْبِيحَةً ، وَثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ تَحْمِيدَةً ، وَأَرْبَعٌ وَثَلَاثُونَ تَكْبِيرَة

“Yaitu 33 kali tasbih, 33 kali tahmid dan 34 kali takbir.” (HR. Muslim)

[12] Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam bersabda : “Siapa yang membacanya akan diampuni seluruh dosanya meskipun dosa itu seperti buih yang ada di lautan.” ( Shahih Muslim, 1/418)

[14]Sebagaimana ini diriwayatkan oleh imam an Nasa;I dan lainnya denngan derajat shahih dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu’anhu bahwa beliau  berkata : “Para shahabat  diperintahkan untuk bertasbih selepas shalat sebanyak 33x, bertahmid 33x, bertakbir 34x. Lalu seorang lelaki dari Anshar bermimpi dan dikatakan kepadanya: Apakah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah memerintahkan kalian untuk bertasbih sebanyak 33x, bertahmid 33x, bertakbir 34x? Ia menjawab: benar.

 

Orang yang ada di dalam mimpi tersebut mengatakan : jadikanlah semua itu 25x saja dan tambahkan tahlil. Ketika ia bangun di pagi hari, lelaki Anshar ini menemui Nabi shallallahu’alaihi wasallam dan menceritakan mimpinya. Nabi kemudian bersabda : ‘Hendaknya kalian jadikan demikian.”

[15] Imam Abu Daud meriwayatkan dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhu dengan sanad yang shahih bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam bersabda: “Ada dua amalan yang jika dijaga oleh seorang hamba yang muslim maka pasti ia akan masuk surga. Keduanya mudah namun sedikit yang mengamalkan. Yaitu bertasbih di setiap selepas shalat sebanyak 10 kali, bertahmid 10 kali, bertakbir 10 kali..”

 

[16] Imam Nawawi mencantumkan hadits ini dalam bab bahasan dzikir-dzikir setelah selesai shalat. (Al Adzkar hal 73)

[17] Muadz bin Jabar radhiyallahu’anhu berkata : Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam menarik tanganku sambil berkata : ‘Wahai Mu’adz, Demi Allah aku mencintaimu. Aku wasiatkan engkau wahai Muadz, hendaknya jangan engkau meninggalkan di setiap akhir shalat untuk membaca :

اللهمَّ أعِنِّي على ذكرِك وشكرِك وحسنِ عبادتِك





 

[18] Dalam shahih Bukhari disebutkan riwayat tersebut dari Sa’ad bin Abi Waqqas bahwa Nabi shalallahu’alaihi wassalam membaca doa tersebut setelah selesai shalat.

[19] Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam bersabda : “Apabila engkau telah menyelasaikan shalat magrib, bacalah tujuh kali :

اللَّهمَّ أجرْني مِن النَّارِ

Sesungguhnya apabila kamu membaca itu kemudian meninggal dunia pada malam harinya, maka ditetapkan bagimu selamat dari api neraka. Begitu juga apabila kamu telah selesai melaksanakan shalat subuh, bacalah wirid itu karena jika kamu meninggal dunia pada siang harinya, maka dicatat bagimu selamat dari neraka.”

[20] Hadits ini derajatnya Hasan sebagaimana yang disebutkan oleh imam Nawawi dalam al Adzkar hal. 75.

0 comments

Post a Comment